Langsung ke konten utama

Firasat

Belakangan aku sering bermimpi buruk, sesuatu yang aneh dan terus berulang. Memiliki firasat-firasat aneh yang tidak berdasar. Takut, ketakutan itu kemudian datang, aku takut akan terjadi sesuatu yang buruk padaku. Aku selalu cemas, khawatir dan tidak bisa menjalani hidup seperti biasanya. Hidup didasari rasa takut dan cemas membuatku tidak bersemangat dan waspada terhadap apapun. Entah bagaimana, segala mimpi dan firasat itu telah berhasil masuk dalam diriku dan mensugesti diriku bahwa hal buruk itu akan benar-benar terjadi padaku.



Tapi tidak. Bukan aku. Ya, itu tidak terjadi padaku, bukan padaku. Tetapi pada seseorang. Yah, manusia yang ku kenal selalu menebarkan canda, membawa suka, bahkan di hari itu pun dia masih bisa tersenyum. Tentu aku turut bersedih, namun aku juga malu, bagaimana bisa aku ketakutan sendiri, enggan untuk menjalani hidup karena mimpi dan firasat-firasat itu? Bagaimana aku bisa begitu egois hanya mengkhawatirkan diriku sendiri tanpa melihat kesusahan orang lain? . Lihat dia, hal menyedihkan datang namun dia tetap terlihat kuat, tegar dan tersenyum.



Aku tahu bahwa manusia akan mengalami hal baik maupun tidak baik. Namun aku tak pernah siap untuk hal buruk apapun itu, aku ketakutan sendiri tanpa melihat dunia sekitar. Namun dia, dia yang sedang dirundung kesedihan tetap tersenyum seolah tiada beban dalam hidupnya. Aku harap akupun begitu, dapat menerima segala kejadian dengan ikhlas dan tegar juga percaya akan selalu ada kebahagiaan dibalik segala kesedihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenyataan

Hari itu, Rabu 24 Februari 2016 , awal ku melihat mu. senyum manis mu memanjakan mataku hingga tak mampu berpaling. Aku tak berbohong, aku tak bercanda, ya, aku terpikat padamu sejak pandangan pertama. Namun tak dapat ku ungkapkan, cukup kusimpan dalam hati untuk sementara ini, karena ku yakin masih akan ada banyak pertemuan kita mendatang, biarkanlah aku mengenalmu lebih dalam dan ku harap kamu dapat memberikan senyum indahmu hanya untuk ku suatu saat nanti. Kamis 3 Maret 2016 . Yash! Benar kan kataku, akan ada banyak kesempatan kita untuk bertemu, untung aku sedang memakai gaun terbaik ku. hai apa kabar? Yah aku tidak berani bertanya langsung, sapaan itu hanya ku ucapkan dalam hati, karena nyatanya kau tak pernah berpaling padaku, kau tak pernah melihatku bahkan hanya untuk mengucapkan selamat pagi. Tidak apa-apa, aku yakin akan ada cara agar kamu dapat melihatku nanti. Aku tidak tau kejadian ini hari apa dan tanggal berapa, tapi ini sungguh berkesan! Kamu tau kenap...

Patah Hati Bahagia

Saya rindu. Saya rindu menulis. Saya rindu merangkai kata. Saya rindu berbagi cerita. Walau hanya cerita patah hati, cerita mengenang luka, maafkan cerita-cerita menyedihkan ini. Tetapi, apa hanya saya yang pernah mengagumi dari kejauhan meski telah dicampakkan berulang kali? Apa hanya saya yang pernah menaruh kepercayaan pada seseorang yang sedang bermain-main dengan hati ini? Yah saya harap hanya saya, semoga kalian tidak pernah, karena sakit itu akan sulit pergi, luka itu akan membekas, kenangan itu akan terukir dalam. Apa kalian tau rasanya hati yang tetap menyayangi meski telah di tolak berulang kali? Apa kalian tau rasanya percaya pada seseorang yang bahkan tak pernah serius dengan mu? Jangan pernah mau merasakan itu semua, baik baiklah dalam memilih. Jangan mau terjebak sesuatu yang disebut Cinta. Cinta mungkin bisa membuatmu sakit atau menorehkan luka, namun cinta akan memberimu kebahagiaan dengan caranya sendiri. Jangan mau terbodohi dengan ‘semua akan indah pada waktuny...

Bukan Kita !

Aku coba menebak rasa ini, aku coba menerka-nerka, aku coba mencari, namun ku tetap tak dapat menafsirkannya. ada yang bilang, ini cinta, ada juga yang bilang ini hanya hasrat pelampiasan, ah entahlah, yang pasti, ku tau, ku ingin terus memandangimu.. kamu dan aku pernah berada dalam situasi yang sama, pernah sama-sama di kecewakan, sama-sama di ajak terbang tinggi, lalu di jatuhkan. kini kita bertemu, apa yang kau rasakan? atau sebenarnya kamu yang menggunakanku untuk pelampiasanmu? ah entahlah, yang ku tau, bayangmu semakin mendekat.. tidak ! aku tau ini salah, tidak seharusnya aku seperti ini. perlahan ku coba menjauhkan bayangmu, menghapus anganku, menghindari senyummu.. ah sudahlah, biarkan seperti ini dulu, aku tak mau menebak-nebak lagi, akan ku biarkan rasa ini mencair seiring waktu, biarkan waktu yang memberi jawaban untukku.. dan mungkin untukmu juga.. yang pasti, tak ingin lagi ku memandangimu diam-diam.. karena, aku tau, kamu dan aku tak akan menjadi kita, bukan, b...