Langsung ke konten utama

Patah Hati Bahagia

Saya rindu.

Saya rindu menulis. Saya rindu merangkai kata. Saya rindu berbagi cerita. Walau hanya cerita patah hati, cerita mengenang luka, maafkan cerita-cerita menyedihkan ini. Tetapi, apa hanya saya yang pernah mengagumi dari kejauhan meski telah dicampakkan berulang kali? Apa hanya saya yang pernah menaruh kepercayaan pada seseorang yang sedang bermain-main dengan hati ini? Yah saya harap hanya saya, semoga kalian tidak pernah, karena sakit itu akan sulit pergi, luka itu akan membekas, kenangan itu akan terukir dalam.
Apa kalian tau rasanya hati yang tetap menyayangi meski telah di tolak berulang kali? Apa kalian tau rasanya percaya pada seseorang yang bahkan tak pernah serius dengan mu? Jangan pernah mau merasakan itu semua, baik baiklah dalam memilih. Jangan mau terjebak sesuatu yang disebut Cinta. Cinta mungkin bisa membuatmu sakit atau menorehkan luka, namun cinta akan memberimu kebahagiaan dengan caranya sendiri. Jangan mau terbodohi dengan ‘semua akan indah pada waktunya’, bergeraklah jika kamu menginginkannya indah. Berusahalah mencapai cinta indahmu, jangan menunggunya berubah, tetapi berubah lah untuknya. Jika perubahan mu tak mendapatkan keindahan, maka berubah lah bersama orang yang akan memberikan mu keindahan cinta yang sesungguhnya.

Kamu tak mengerti apa arti rangkaian kata di atas? Tak perlu kau mengerti, atau bahkan tak perlu kau baca, karena setiap kalian pasti telah mengerti cinta, bahkan jauh lebih paham dari saya. Tulisan-tulisan patah hati saya membuat kalian jenuh? Tak perlu dibaca, cerita patah hati memang tak menarik untuk di baca, tetapi saya hanya ingin memberitahu bahwa cerita patah hati tak perlu di resapi, cukup kau baca dan tertawalah. Tertawalah jika kalian pun pernah merasakan hal serupa. Tertawalah apabila kalian pernah menangis dan terjatuh dalam namun kini kalian sadar, untuk apa menangisi hal konyol seperti itu? Tertawalah untuk setiap hal patah hati konyol yang pernah kalian alami di masa dulu. Dan berbahagialah untuk masa kini, buatlah keindahan itu, jangan menunggu siapapun untuk membuatmu bahagia. Tapi ciptakanlah bahagiamu sendiri.



Bahagialah wahai kamu para hati yang pernah tersakiti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenyataan

Hari itu, Rabu 24 Februari 2016 , awal ku melihat mu. senyum manis mu memanjakan mataku hingga tak mampu berpaling. Aku tak berbohong, aku tak bercanda, ya, aku terpikat padamu sejak pandangan pertama. Namun tak dapat ku ungkapkan, cukup kusimpan dalam hati untuk sementara ini, karena ku yakin masih akan ada banyak pertemuan kita mendatang, biarkanlah aku mengenalmu lebih dalam dan ku harap kamu dapat memberikan senyum indahmu hanya untuk ku suatu saat nanti. Kamis 3 Maret 2016 . Yash! Benar kan kataku, akan ada banyak kesempatan kita untuk bertemu, untung aku sedang memakai gaun terbaik ku. hai apa kabar? Yah aku tidak berani bertanya langsung, sapaan itu hanya ku ucapkan dalam hati, karena nyatanya kau tak pernah berpaling padaku, kau tak pernah melihatku bahkan hanya untuk mengucapkan selamat pagi. Tidak apa-apa, aku yakin akan ada cara agar kamu dapat melihatku nanti. Aku tidak tau kejadian ini hari apa dan tanggal berapa, tapi ini sungguh berkesan! Kamu tau kenap...

Bukan Kita !

Aku coba menebak rasa ini, aku coba menerka-nerka, aku coba mencari, namun ku tetap tak dapat menafsirkannya. ada yang bilang, ini cinta, ada juga yang bilang ini hanya hasrat pelampiasan, ah entahlah, yang pasti, ku tau, ku ingin terus memandangimu.. kamu dan aku pernah berada dalam situasi yang sama, pernah sama-sama di kecewakan, sama-sama di ajak terbang tinggi, lalu di jatuhkan. kini kita bertemu, apa yang kau rasakan? atau sebenarnya kamu yang menggunakanku untuk pelampiasanmu? ah entahlah, yang ku tau, bayangmu semakin mendekat.. tidak ! aku tau ini salah, tidak seharusnya aku seperti ini. perlahan ku coba menjauhkan bayangmu, menghapus anganku, menghindari senyummu.. ah sudahlah, biarkan seperti ini dulu, aku tak mau menebak-nebak lagi, akan ku biarkan rasa ini mencair seiring waktu, biarkan waktu yang memberi jawaban untukku.. dan mungkin untukmu juga.. yang pasti, tak ingin lagi ku memandangimu diam-diam.. karena, aku tau, kamu dan aku tak akan menjadi kita, bukan, b...